Info Seputar Rumah

Info perumahan terupdate untuk anda dan keluarga :)

Ulasan Seputar Asal Usul Kaos T-Shirt yang Belum Banyak Diketahui Banyak Orang

f:id:endokasin20:20171116121247j:plain


Kaos merupakan salah satu baju yang berfungsi untuk melindungi tubuh bagian atas dan termasuk sebagai baju yang paling banyak dimiliki oleh setiap orang karena nyaman untuk digunakan. Kaos biasanya dipergunakan untuk menghadiri acara casual misalnya saat berkumpul bersama teman ataupun digunakan saat tidur. Kaos t-shirt yang biasanya disebut sebagai kaos oblong ini pertama kali dikenakan sebagai dalaman oleh angkatan laut dari AS.

Kaos yang dikenal juga sebagai tee shirt ini awalnya diambil dari atasan baju dalaman union suit yang kemudian dipotong menjadi pakaian terpisah dan hingga kini, design kaos sudah berkembang dengan aneka bentuk, motif, bahan yang beragam. Nama T dari t-shirt atau tee atau tee shirt ini disebabkan karena baju ini saat digunakan oleh pria ataupun wanita menyerupai huruf T.

Kaos yang menjadi evolusi baju dalaman dari abad ke-19 ini diadopsi dari penambang serta buruh kapal pada akhir abad ke-19 yang dipergunakan sebagai penutup bagian atas yang cocok dikenakan saat cuaca panas. Kaos oblong yang dipergunakan untuk pakaian pull over tanpa kancing ini awalnya muncul saat perang Spanyol-Amerika tahun 1798-1913 yang digunakan angkatan laut AS untuk dalaman. Baju ini memiliki leher yang bulat, berwarna putih dan juga berlengan pendek. Saat awal penggunaan kapal selam dan saat cuaca sedang panas, baju tersebut adalah baju yang dikenakan marinir dan pelaut saat tidak mengenakan seragam.

Baju tersebut kemudian popular sebagai lapisan bawah atau dalaman pakaian untuk pekerja dari berbagai macan industri karena mudah dikenakan, mudah dibersihkan. Seiring dengan berkembangnya jaman, kaos tersebut menjadi baju yang dipilih oleh kalangan kaum muda. Istilah T-shirt sendiri muncul dalam kamus Merriam-webster dan menjadi bagian dari Bahasa Inggris Amerika di tahun 1920. Di tahun 1930an atau saat masa Great Depression, kaos menjadi pakaian standar oleh orang yang bekerja di bidang industri pertanian dan peternakan dan setelah PD ke-2, baju ini dikenakan veteran untuk dalaman seragam untuk pakaian kasual.

Kaos semakin popular setelah Marlon Brandon mengenakan baju oblong warna abu-abu yang melekat pas di badannya di tahun 1950an. Marlon mengenakan kaos tersebut sesuai dengan karakter tokoh Stanley Kowalsky di pentas teater yang bernama A Streetcar Named Desire dari Tenesse William di Boradway, AS. Dari pentas tersebut, akhirnya banyak masyarakat yang menggunakan kaos. Walaupun banyak kaos mulai popular, bahkan kaos dijadikan sebagai lambang kebebasan anak muda, namun, banyak pula yang berpendapat negatif karena kaos yang merupakan dalaman tersebut tidak pantas untuk dikenakan sebagai baju luar.

Setelah itu, para anak muda terutama anak laki-laki menggunakannya saat melakukan kegiatan di luar dan akhirnya kaos dijadikan sebagai pakaian kasual. Karena hal tersebut kaos menjadi sangat popular dan menyebabkan perusahaan konveksi mulai untuk memproduksi kaos secara besar-besaran dengan bentuk dan warna yang bervariasi. Prospek bisnis kaos juga meningkat dan Marlon Brando menjadi bintang iklan kaos yang dipadukan dengan menggunakan celana jeans dan jaket kulit.

Setelah popular di tahun 1950an, di tahun 1960an saat dimana kaum hippies merajai dunia, kaos menjadi state of fashion dan menjadi simbol anti kemapanan. Di lain pihak, kelompok tertentu seperti organisasi politik, komunitas punk ataupun organisasi politik menyadari kaos bisa menjadi media propaganda. Hal tersebut disebabkan karena kaos lebih tahan lama dan penyebarannya mampu untuk melewati batas yang bahkan tidak bisa dicapai media lainnya misalnya dengan menggunakan poster.

Di tahun 1961, terdapat organisasi yang menamakan dirinya sebagai underwear institute atau lembaga pakaian dalam yang menuntut agar kaos tersebut diakui sebagai baju luaran sama seperti halnya baju yang lain karena kaos juga merupakan pakaian yang menjadi bagian dari budaya mode. Seiring dengan berkembangnya jaman, kaos yang dahulunya hanya memiliki bentuk leher bulat, berkembang menjadi bentuk leher v, bentuk atau design lainnya juga ada yang turtleneck, raglan, ringer, henley ataupun polo.

Selain perkembangan bentuk leher kaos, panjang kaos juga ada perubahan. Umumnya, kaos memiliki panjang hingga ke pinggang namun, ada fashion hip hop dimana t-shirt atau tall-t shirt memiliki panjang yang hingga mencapai lutut. Kaos panjang ini tidak hanya digunakan oleh para penggemar hip hop namun juga oleh wanita yang dipergunakan untuk baju tidur. Di tahun 1990an, kaos berkembang menjadi bentuk cropped t-shirt dimana kaos dipotong hingga pendek dan memperlihatkan perut dan jenis kaos ini dipergunakan oleh para wanita.

Ada trend kaos yang popular dan ada yang kurang popular. Beberapa trend kaos yang kurang popular yaitu layering dimana kaos pendek berwarna kontras dengan dalaman kaos lengan panjang, fitted atau kaos yang melekat pas di tubuh, tailored ataupun baby doll t-shirt. Seiring perkembangan jaman, muncul tie-dyeing serta screen-printing kaos yang merupakan media untuk bisa mengekspresikan seni, untuk souvenir, suatu bentuk protes ataupun iklan komersial.

Kaos tidak hanya tidak bergambar atau polos namun juga ada kaos dengan motif ataupun gambar atau printing. Kaos printing sendiri awalnya ada di tahun 1942. Kala itu kaos Air Corps Gunnery School muncul untuk sampul majalah. Di tahun 1960, kaos printing popular sebagai bentuk dari ekspresi diri dan kegiatan protes, iklan ataupun souvenir. Salah satunya adalah Warren Dayton yang merupakan pioner karya seni print besar serta berwarna yang berbau politik, pop-culture dan protes pada kaos. Salah satu karya dari designer poster seni psychedelic ini adalah gambar Cesar Chavez yang merupakan kartun yang berbau politik serta ikon budaya untuk artikel di majalah LA Times di akhir tahun 1969. Akan tetapi perusahaan pakaian tersebut membatalkan eksperimen tersebut disebabkan karena takut baju tersebut tidak laku.

Kaos menjadi salah satu bagian dari budaya pop. Salah satu yang paling terkenal adalah kaos tounge an lips yang merupakan logo dari Rolling Stone. Adanya toko online di awal pertengahan 2000an menyebabkan perkembangan ide serta trend kaos menjadi semakin berkembang. Inovasi flip-up t-shirt menjadi salah satu inovasi dimana pemakainya dapat mengangkat dan menggunakannya di atas kepala agar bisa menampilkan interior print serta semua print kaos.

Di Indonesia sendiri, kaos t-shirt mulai ada saat jaman Belanda sebab baju tersebut digunakan oleh orang Belanda. Di awal tahun 1970an, kaos oblong mulai berkembang dari yang awalnya berwarna putih dengan bahan dari katun tipis hingga kini terbuat dari bahan yang lainnya seperti katun, teteron catton atau TC, CVC (cotton viscose), polyester atau PE. Trend dari kaos oblong di Indonesia direkam atau diabadikan dalam tokoh OM Pasikom karya kartunis GM Sudarta dengan tajuk Generasi Kaos Oblong. Di tahun 1980an, kaos mulai dikuasai industri kreatif dan tahun 1990an, muncul distro yang menjual kaos design sendiri dan dijual di toko sendiri.

www.bobobobo.com